Pengen Jual Pulsa Murah dan Bonusnya Luar Biasa Klik
Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts
29 May 2009
Gunung Api Terbesar Baru Di Temukan
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) barusan mengeluarkan berita tentang penemuan Gunung Api raksasa di Indonesia yang tingginya 4.600 mdpl….Wuih….Subhanallah….
Gunung yang baru ditemukan itu berada di Palung Sunda, di Barat Daya Sumatera, kira-kira 330 km dari Propinsi Bengkulu, di kedalaman 5.900 meter dan puncaknya ada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut dengan diameter 50 km. Lagi-lagi WoW…Subhanallah…
Jika dilihat dari posisinya, gunung yang rawan letusan ini dapat memicu terjadinya tsunami, oleh karena itu pemerintah beserta lembaga-lembaga terkait juga peneliti perlu segera melakukan antisipasi terhadap bahaya-bahaya yang dimungkinkan akan terjadi jika gunung tersebut meletus atau beraktivitas.
Read More......
PULAU ENGGANO TERUS MENYEMPIT
Sumber: TvOne.co.id, 23 Mei 2009
Pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara terus mengalami penyempitan bahkan dalam beberapa tahun ke depan diperkirakan akan hilang.
“Pada 1960-an panjang pulau ini 45 km dan luasnya 18,5 km, tetapi saat ini panjangnya tinggal 40 km dan lebar 17 km,” kata Koodinator Enam Kepala Suku di Enggano Rafli Zen Kaitora di Bengkulu, Sabtu.
Rafli mengatakan penyempitan daratan akibat gerusan ombak ini semakin parah dalam lima tahun terakhir di mana diperkirakan daratan yang sudah ambles ke laut mencapai 40 meter.
Hal itu, kata dia, terbukti dari keberadaan benteng peninggalan Jepang di Kahyapu yang pada 1960-an masih berjarak 30 meter dari tepi pantai, tetapi saat ini sudah berada di dalam laut.
“Benteng itu sekarang sudah di dalam laut, jadi diperkirakan terjadi penyempitan daratan sepanjang 40 meter,” katanya.
Menurut dia, jika abrasi semakin tinggi maka tidak menutup kemungkinan Pulau Enggano akan hilang.
Kepala Suku Kaitora ini mengatakan untuk menahan laju penyempitan daratan akibat gerusan ombak, pihaknya pada 2008 sudah mengajukan pembangunan pemecah gelombang (break water) sepanjang 500 meter di antara Desa Malakoni dan Apoho yang tingkat abrasinya paling tinggi.
Namun hingga saat ini usul tersebut belum direspons baik oleh Pemkab Bengkulu Utara maupun Pemprov Bengkulu.
Ketua Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Bengkulu Khaitami Sulani mengatakan pemerintah harus memberikan perhatian khusus pada pulau Enggano yang kondisinya semakin memprihatinkan.
Menurut dia, jika tidak dilakukan pengamanan maka masyarakat dan pulau tersebut terancam hilang.
“Kami sudah menjalin kerja sama dengan masyarakat adat di Pulau Enggano untuk membantu mereka mempertahankan pulau tersebut, salah satunya dengan melakukan penanaman bakau di kawasan pesisir,” katanya.
Masyarakat adat, menurut dia, harus diberikan kepercayaan penuh untuk menjaga kelestarian pulau tersebut sesuai dengan hukum adat yang masih dilestarikan masyarakat setempat.
Selain itu pemberdayaan ekonomi masyarakat juga harus ditingkatkan selain peningkatan kualitas infrastruktur dan kesehatan masyarakat.
Pulau Enggano saat ini dihuni lebih dari 780 kepala keluarga dengan jumlah jiwa lebih 2800 orang. Enam suku yang mendiami pulau ini adalah Suku Kaitora, Suku Kauno, Suku Kaahua, Kaaruba dan Kaharubi.
Sementara masyarakat pendatang, oleh enam suku yang mendiami pulau terluar Indonesia tersebut diberi nama Suku Kamay.
Read More......
27 May 2009
Gaji 13 Di Bayar
Bulan Depan gaji 13 Di Bayar
Pembayaran Gaji 13 secara resmi tampaknya memang masi menunggu perintah bayar dari pusat, Hanya saja angin-angin pembayaran dilakukan bulan depan tanpaknya mulai senter berhembus.
Menurut keterangan SEKDA BU. Ir Astiansyah,MM pembayaran gaji 13 PNS memang belum ada informasi jelas kapan akan dibayarkan, hanya saja berdasarkan kebiasaan dan kebijakan pembayaran biasanya dilakukan pada bulan Juni. semua kembali keaturan yang ada, kalau memang natiaturan dan perintahnya dibayar bulan Juni ya akan kita bayarkan. Biasanya gaji 13 itu dibayar untuk membantu penerimaan siswa baru atau saat kenaikan kelas siswa.
Read More......
Pembuakaan Pelaksanan diklat Pra Jabatan CPNSD
Arga Makmur 26 Mei 2009 - Pembuakaan pelaksanaan diklat pra jabatan CPNSD eks honorer angkatan 2007 berlangsung tertib dan lancar. Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Bengkulu Utara, Bapak Ir.H.M.Imron Rosyadi,MM ini dihadiri oleh 143 CPNSD.
Read More......
26 May 2009
Peran Perempuan dalam PNPM
minimal 30% perempuan. Perempuan dalam partai politik sudah menjadi bagian yang diperhitungkan, bukan hanya untuk perolehan suara melainkan untuk menduduki kursi legislatif sebagai kontributor pengambil kebijakan perundang-undangan negara. PNPM sebagai salah satu program nasional juga wajib menjadikan MDGs sebagai standar pencapaian. Lalu, bagaimana perempuan dalam implementasi pelaksanaan PNPM? Apakah pelaksana PNPM mulai dari Pusat sampai lokasi lapang memahami bahwa keterlibatan perempuan di dalam PNPM merupakan bagian yang signifikan di dalam pencapaian MDGs Tahun 2015? Perempuan dalam implementasi PNPM bukan semata sebagai salah satu bagian dari delapan pencapaian MDGs. Perempuan memiliki peranan penting dalam kesemua pencapaian tersebut. Keterlibatan perempuan di dalam siklus PNPM seringkali dipandang sebagai salah satu tujuan dari MDGs, yaitu mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Keterlibatan perempuan hanya sekedar memenuhi jumlah minimal (kuantitas) seperti di dalam indikator capaian kinerja lapang. Seyogianya keterlibatan perempuan di dalam PNPM juga dilihat dari peningkatan konstribusi (kualitas) mereka guna mewujudkan pencapaian MDGs khususnya yang berkaitan dengan keterlibatan perempuan. PNPM dalam petunjuk pelaksanaannya menempatkan keterlibatan perempuan sebagai indikator capaian kinerja dan standar akuntabilitas pelaku-pelakunya. Dengan harapan, dalam pelaksanaannya di lapang, PNPM mampu memfasilitasi dan memotivasi meningkatnya jumlah dan konstribusi perempuan dalam proses-proses pembangunan di tingkatan lokal (kelurahan/desa). Perempuan dalam Kemiskinan Secara kuantitas jumlah perempuan miskin (dari sisi ekonomi) lebih besar dari jumlah laki-laki. Secara sosial budaya, kemiskinan membuat para wanita miskin lebih dikorbankan. Akses perempuan untuk memperoleh pekerjaan sangat dibatasi hegemoni nilai. Masih banyak nilai-nilai sosial budaya di masyarakat Indonesia memberikan batasan-batasan pada kaum perempuan. Misal, perempuan tidak boleh keluar malam, tidak boleh menginap, dan ke luar rumah harus seijin suami atau orang tua. Perempuan yang pergi atau bertemu dengan lelaki selain keluarganya, seringkali menjadi fitnah, meskipun itu untuk keperluan pekerjaan. Kondisi seperti ini seringkali membuat pemilik usaha lebih memilih pekerja laki-laki daripada perempuan. Padahal, kondisi kebutuhan ekonomi memaksa kaum perempuan untuk bekerja di luar rumah. Dengan nilai-nilai ”stigma negatif” pada perempuan yang keluar malam, pergi sendirian, atau berinteraksi dengan banyak laki-laki, seringkali memunculkan tindak perilaku pelecehan seksual terhadap perempuan, bahkan perempuan menjadi korban kekerasan/kejahatan. Perempuan dalam kemiskinannya pun rentan menjadi korban pelecehan dan kekerasan. Perempuan sebagai makhluk ”lemah” dalam kemiskinan merupakan kelompok resiko tinggi menjadi korban perdagangan manusia (traficking), yang dijerumuskan menjadi pekerja seksual, tenaga kerja ilegal di luar negeri, atau perbudakan baru—yaitu bekerja dengan bayaran sangat rendah.Gambaran di atas adalah realita yang banyak terjadi di Indonesia. Perempuan miskin terbatas untuk memilih pekerjaan. Kalau pun bekerja, mereka beresiko menjadi korban kejahatan. PNPM dengan jangkauan pada kelompok basis masyarakat diharapkan dapat menjadi agen perubahan pola-pola berpikir dan bersikap pada masyarakat tentang perempuan yang bekerja. Perempuan yang bekerja akan membantu perekonomian keluarga, yang selanjutnya diharapkan mampu menanggulangi kemiskinannya. Perempuan dan Pendidikan Salah satu penyebab kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang untuk mencapai akses-akses peningkatan ekonomi. Ketidakmampuan tersebut disebabkan rendahnya kualitas SDM, yaitu rendahnya tingkat pendididkan dan minimnya keterampilan. Kemiskinan juga menyebabkan banyak anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Pendidikan yang mahal akan menjauhkan anak untuk mendapatkan pendidikan sebagai haknya, seperti tercantum dalam Undang-undang Dasar 45 (amandemen 2002) Pasal 28C ayat (1) “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia”. Tidak bisa dipungkiri, perkembangan dunia pendidikan bagi perempuan di Indonesia sangat berkembang pesat. Perempuan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dan ketrampilan di dalam peningkatan kapasitas SDMnya. Sejarah membuktikan, seorang Kartini mampu secara perlahan mengubah paradigma budaya masyarakat Indonesia dan memberi kesempatan kepada perempuan keluar rumah dan memperoleh pendidikan. Bagaimana dengan perempuan yang dilahirkan pada keluarga miskin? Apakah mereka juga memiliki hak yang sama dengan saudaranya yang laki-laki? Pendidikan yang mahal menjadi masalah besar bagi keluarga miskin, maka terjadi skala prioritas, yang akhirnya menempatkan perempuan pada urutan belakang untuk memeperoleh pendidikan. Perempuan dalam keluarga miskin akan menjebak mereka dalam kemiskinan yang lebih kronis. Terhambatnya akses memperoleh pendidikan (minimal pendidikan dasar 9 tahun) berdampak pada rendahnya kapasitas SDMnya. Rendahnya kapasitas SDM jelas akan menyingkirkan mereka pada persaingan perolehan pekerjaan. Ketidakmampuan memperoleh penghasilan akan menjadikan mereka semakin lemah untuk menyuarakan hak-hak mereka. Implementasi PNPM di lapang harus mampu memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan, baik bagi kaum laki-laki maupun perempuan, terutama pendidikan bagi kelompok masyarakat miskin. Nilai-nilai luhur kepedulian, kerelawanan, dan si kaya membantu si miskin yang selalu disosialisasikan, diharapkan dapat menjadi suatu gerakan munculnya orang tua-orang tua asuh. Pendidikan dasar adalah hak semua anak dunia. Perempuan dan Kesetaraan Gender Dalam klasifikasi biologis dibedakan antara jantan dan betina. Dalam klasifikasi orientasi seksual dibedakan homoseksual dan heteroseksual. Dalam klasifikasi sosial budaya (gender) ada pembagian hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan. Klasifikasi sosial budaya membagi peran antara laki-laki dan perempuan. Hegemoni dominasi laki-laki menempatkan perempuan hanya menjadi pengikut. Jaman feodalisme perempuan hanya dipandang sebagai teman di dapur dan di kamar tidur. Pemahaman religi sebagian masyarakat Indonesia secara tidak sadar turut pula mempengaruhi pola berpikir dan bersikap masyarakat terhadap peran berikut hak dan kewajiban perempuan. Perempuan dalam pemahaman religi dapat didefinisikan sebagai surgo nunut neroko katut, bahwa kebaikan atau keburukan tergantung pada si suami. Izinnya Tuhan terhadap seorang istri adalah izinnya si suami. Kalau si suami tidak memberikan izin, maka si istri tidak dibenarkan melanggar perintah suaminya. Pada pemahaman ini, secara sadar tanpa “paksaan” seorang perempuan/istri menyerahkan sebagian besar hak atas hidupnya pada si suami. Perubahan jaman mengubah banyak hal, misalnya perempuan memperoleh kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik. Perubahan ini tidak serta pula memberi kesempatan kepada perempuan untuk menunjukan eksistensi dirinya. Masih jarang perempuan dilibatkan dalam pengambilan kebijakan, sekalipun itu berkaitan dengan kodratnya sebagai perempuan—hamil, melahirkan, dan menyusui. Saat ini masih banyak masyarakat kita menempatkan perempuan sebatas urusan rumah-tangga (domestik). Gerakan kesetaraan gender bukan untuk mengambil posisi kepala rumah tangga, tetapi lebih membagi peranan antara laki-laki dengan perempuan tanpa menghilangkan hak-hak asasi perempuan sebagai makhluk sosial. Setiap manusia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, memperoleh pekerjaan, memperoleh akses ekonomi, kesehatan, dan politik. Sudah saatnya perempuan diberi kesempatan untuk turut serta dalam pengambilan keputusan/kebijakan. PNPM Tahun 2007 sudah memulai untuk menjadi penggerak kesetaraan gender Sumber : http://www.pnpm-perkotaan.org
Read More......
SEPAK BOLA - 2009 PS BENGKULU BERMAIN DI COPA INDONESIA
Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin menargetkan pada 2009, kesebelasan PS Bengkulu harus masuk Divisi Utama dan bermain di Copa Indonesia. "Kini kita sudah menjadi juara Divisi II wilayah Sumbagsel dan masuk Divisi I. Saya yakin kini bisa melewati Divisi I dan masuk Divisi Utama serta bermain di Copa Indonesia," kata Agusrin, saat melepas PS Bengkulu menuju Mandailing Natal, Sumatera Utara, untuk mengikuti pertandingan putaran Divisi I, Rabu. Menurut dia, saat ini merupakan masa kebangkitan sepak bola Bengkulu, setelah 24 tahun vakum. "Kita terakhir masuk Divisi I pada tahun 1984, setelah itu vakum, dan setelah menunggu 24 tahun, baru pada 2008 kembali bisa mengulang sukses tersebut," kata Agusrin yang juga Ketua Umum PS Bengkulu itu. Yang lebih membanggakan, prestasi tersebut diraih dalam kondisi keterbatasan baik dana maupun pemain. Untuk biaya kegiatan PS Bengkulu berasal dari patungan dari para pengurus dengan nilai yang sangat terbatas
Anggaran untuk pembiayaan PS Bengkulu, tidak dialokasikan dalam APBD "Kita patut bersyukur ditengah keterbatasan itu, para pemain dengan dukungan pelatih dan pengurus PS Bengkulu bisa optimal. Kita patut memberi penghargaan bagi mereka," katanya. Karena keterbatasan dana, para pemain sering "kehausan" karena uang untuk membeli minuman tidak ada. Selama mengikuti pertandingan di luar daerah harus menginap di penginapan sangat sederhana dan makan dengan menu seadanya. Untuk berangkat ke Mandailing Natal pun, terpaksa menggunakan kendaraan lewat jalur darat dengan masa tempuh 25 jam. "Seharusnya mereka menggunakan pesawat karena jaraknya jauh, tapi mau apa lagi, dananya tidak ada, jadi terpaksa lewat jalur darat. Saya yakin kondisi ini tidak membuat para pemain putus semangat," katanya. Bahkan, kata dia, PS Bengkulu harus dapat menunjukkan prestasi lebih baik lagi, kalau bisa juara Divisi I sehingga bisa masuk Divisi Utama dan Copa Indonesia. Kalau prestasi itu sudah dicapai, maka pemerintah Provinsi Bengkulu bisa mengajukan alokasi anggaran dalam APBD, sehingga ke depan pendanaannya lebih baik. "Kalau prestasinya sudah bagus, saya tidak malu mengajukan dana dalam APBD, dan saya yakin DPRD pun pasti tidak akan tanya," katanya. Selain itu, lanjut dia, setelah masuk Divisi Utama dan Copa Indonesia akan banyak perusahaan yang bersedia menjadi sponsornya. Gubernur mengaku, tidak ingin membesarkan PS Bengkulu dengan cara yang "instan" seperti yang terjadi pada club-clup sepak bola lain di Indonesia. "Banyak club sepak bola mendatangkan pemain yang sudah jadi, sehingga bisa langsung besar. Kita tidak ingin seperti itu, PS Bengkulu harus dibangun dari bawah dengan pemain hasil binaan sendiri," tegasnya.
Read More......
Subscribe to:
Posts (Atom)